Tanpa Disadari, 8 Hal Kecil Ini Bikin Kita Jadi Boros

Tanpa Disadari, 8 Hal Kecil Ini Bikin Kita Jadi Boros

Pernah nggak saat kamu lagi tarik tunai atau cek saldo di internet banking, terus tiba-tiba kaget dan mikir “kok uangku tinggal segini, buat apa aja ya kemarin?”. Nah, artinya, kamu belum memiliki perencanaan keuangan yang baik tiap bulannya. Bisa juga, kamu banyak melakukan transaksi kecil yang nggak dicatat tapi berpengaruh besar ke jumlah pengeluaranmu.

Coba ingat-ingat lagi, apa kamu masih sering melakukan 9 hal ini? Kalau ya, segera kurangi agar bisa terhindar dari pemborosan.

  1. Beli air minum botolan

Air minum botolan memang hampir dijual di mana saja. Harganya juga murah dan botolnya plastik, habis minum tinggal buang. Ini tentu bikin orang lebih pilih beli air botolan daripada bawa air dari rumah dengan tempat minum. Misalnya, harga satu air minum botolan per 500 ml adalah 4 ribu, kebutuhan air minum untuk satu orang minimal 3 liter per hari, maka 4ribu x 6 botol yaitu Rp 24 ribu untuk 1 hari.  Tidak ada salahnya untuk bawa air dari rumah, memasak air sendiri, atau beli air dalam ukuran galon, jadi lebih menghemat pengeluaran. Dengan begitu, kamu juga membantu melestarikan alam dengan tidak sering-sering gunakan atau buang sampah plastik.         

  1. Beli barang secara tunai

Terlalu banyak bawa uang tunai dalam dompet juga bisa bikin kamu jadi boros. Apalagi kalau kamu tipe yang susah kontol hawa nafsu untuk jajan atau beli barang yang nggak penting-penting amat.        

Beli barang tunai dalam harga yang kecil, tentu nggak jadi masalah. Tapi kalau harganya ratusan ribu atau bahkan jutaan? Misalnya produk fashion atau hp? Beli tunai sering-sering bisa bikin tabungan habis dalam sekejap. Solusinya, kamu bisa andalkan KTA tanpa kartu kredit via Kredivo khusus untuk belanja di merchant online seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, JD.id, Blibli, Shopee, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Pengajuan KTA tanpa kartu kredit dengan Kredivo juga mudah, cepat, dan serba online. Kamu tinggal download aplikasinya di Google Play Store atau App Store, lalu ikuti instruksi pendaftarannya. Kredivo memberikan opsi cicilan dengan pilihan tenor 3, 6, dan 12 bulan dengan bunga yang rendah, yaitu 2,95% tanpa biaya admin, dp atau biaya tahunan. Kalau mau bunga 0%, kamu tinggal pilih opsi “bayar dalam 30 hari” sejak tanggal pembelian. Kamu juga bisa mengunjungi website Kredivo dengan klik di sini.

Karena harus ada cicilan dan bunga yang harus dibayar per bulan, kamu tentu akan berpikir dua kali untuk mengikuti nafsu jajan atau beli barang-barang yang kurang penting sampai tabungan habis. Paling tidak, kamu akan termotivasi untuk melunasi cicilan yang sekarang sebelum beli barang lainnya.

  1. Belanja dalam jumlah banyak

Banyak promo baik di toko konvensional ataupun merchant online yang mendorong konsumen untuk belanja lebih banyak. Mulai dari beli 1 gratis 1, voucher, beli 5 gratis ongkir, dan banyak lagi yang lainnya.

Jenis promo ini cukup ampuh dalam membuat konsumen jadi boros dan beli banyak barang yang sebenarnya belum dibutuhkan. Kalau barangnya tahan lama, misalnya beras, minyak goreng, atau aneka produk yang punya tanggal kedaluwarsa kurang lebih 1 tahun, tentu nggak jadi persoalan. Namun, jika barangnya tidak tahan lama, tentu akan repot dan nantinya terbuang sia-sia. Ujung-ujungnya, kamu harus beli lagi yang baru.

  1. Belanja barang baru yang sedang tren

Biasakanlah berbelanja sesuai kebutuhan, bukan sesuai tren di pasaran. Sebab, tren nggak akan ada habisnya. Semakin kamu mengikuti tren, maka semakin susah bagi kamu untuk berhemat.

  1. Memilih simpan uang di tabungan daripada investasi atau putar modal

Banyak orang berasumsi, makin banyak uang di tabungan artinya sudah berhemat dan bisa hidup lebih tenang. Ini tentu tidak salah. Tapi, apabila tabungan dibiarkan mengendap dan disimpan dalam jangka panjang tentu kurang menguntungkan. Sebab, uang yang mengendap dalam tabungan bisa tergerus inflasi, sehingga nilainya akan menyusut di kemudian hari. Belum lagi kalau kamu tergoda untuk beli ini itu karena lihat saldo tabungan banyak.

Kamu bisa mulai mencoba sisihkan tabungan untuk investasi atau diputar sebagai modal bisnis agar pundi-pundi tabungan bisa bertambah. Misalnya, memulai investasi reksadana atau bisnis online shop. Gunakan beberapa persen untuk modal produk jualan, dan beberapa persennya lagi untuk bayar angsuran kebutuhan operasional mulai dari laptop atau smartphone. Untuk mengelola sebuah bisnis online, tentu kamu butuh gadget yang mumpuni, kan?

Nggak perlu habiskan modal untuk beli tunai perangkat operasional seperti gadget dan laptop! Kamu bisa ajukan KTA proses cepat tanpa kartu kredit dengan Kredivo untuk beli barang tersebut. Nantinya, keuntungan dari bisnis yang kamu jalani sebagian bisa dipakai untuk bayar angsuran, sebagian lagi ditabung atau diputar lagi jadi modal.

Kredivo memberikan limit KTA tanpa kartu kredit maksimal hingga Rp 20 juta. Tentu bukan dalam bentuk tunai, melainkan dalam bentuk plafon yang bisa kamu gunakan untuk belanja di berbagai merchant online rekanan Kredivo. Nggak ada jaminan kamu akan dapat plafon kredit langsung sebesar Rp 20 juta. Maka, saat pendaftaran, penting untuk mengikuti instruksi dengan benar, tidak memalsukan data, dan punya riwayat kredit atau histori rekening yang baik.

  1. Makan di restoran

Makan di restoran tentu menyenangkan. Selain lebih higienis dan menunya beragam, makan di restoran bisa jadi salah satu sarana hiburan kalau penat dengan aktivitas. Tapi, kalau terlalu sering, tentu bukan kondisi yang bagus untuk keuanganmu. Sebab, harga makanan di restoran biasanya cenderung di atas rata-rata. Belum lagi ditambah pajak dan biaya pelayanan. Memasak atau berlangganan katering murah bisa jadi alternatif yang baik untuk hemat pengeluaran.

  1. Sering snacking time di Mal

Ngopi, beli fast food, jajan aneka snack seperti donat, roti, atau cake-cake masa kini tentu bisa bikin kamu boros. Kalau ke mal, kemungkinan kita akan tergoda untuk snacking time meski tujuan awalnya bukan untuk itu. 50 hingga 10 ribu kemungkinan bisa habis dalam satu kali snacking time di mal. Sekali dua kali dalam sebulan untuk memanjakan diri tentu tak jadi masalah, tapi kalau hampir setiap hari atau setiap weekend kamu snacking time, jangan heran kalau belum tanggal tua, uang sudah tipis.

  1. Tarik tunai di ATM lain

Kalau kepepet dan tidak ada ATM dari bank yang kamu punya tentu nggak masalah tarik tunai di ATM lain. Kalau terlalu sering, maka kamu harus hitung biaya admin tarik tunainya. Meski jumlahnya hanya beberapa ribu, mulai 7 ribuan kalau dikali 10 kali penarikan, sudah Rp 70 ribu. Lumayan, kan?

  1. Menunda Perbaikan

Apabila sudah waktunya servis atau ganti oli kendaraan pribadi, maka segeralah lakukan sesuai jadwal. Jangan ditunda-tunda, sebab jika kendaraan pribadi rusak, pasti butuh biaya servis dan perawatan yang lebih besar dari biasanya. Kamu juga harus keluar uang lebih untuk biaya transportasi.

Begitu pula dengan barang-barang yang ada di rumah seperti AC, TV, kulkas. Kalau ada tanda-tanda ngadat atau sudah tidak berfungsi baik, perbaiki segera sebelum rusak. Beli baru tentu lebih berat dan bikin boros nantinya daripada bayar biaya servis, kan?